You are here
Home > Galeri > Ratusan Mahasiswa STIDKI NU Indramayu Mengikuti Kegiatan Propesa

Ratusan Mahasiswa STIDKI NU Indramayu Mengikuti Kegiatan Propesa

Ratusan mahasiswa mengikuti kegiatan Proses Pengenalan Studi dan Almamater (PROPESA) Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah dan Komunikasi Nahdlatul Ulama (STIDKI NU) yang di gelar hari rabu 24/10/17 di Aulangedung dakwah Pusat Cabang NU Kabupaten Indramayu

Ketua panitia pelaksana Propesa STIDKI NU,Bpk Kiyai  Zamaksari  dalam sambutannya menyampaikan puji syukur dan  mengapresiasi para calon mahasiswa- mahasiswi yang  jumlahnya ratusan orang. Menurutnya propesa adalah syarat wajib agar diakui sebagai mahasiswa-mahasiswi STIDKI NU.

PROPESA itu  syarat wajib agar dapat diterima sebagai mahasiswa-mahasiswi dan tidak diperkenankan bagi mereka keluar dari jalannya jadwal yang sudah disiapkan oleh panitia propesa, harapannya agar saat aktif menjadi mahasiswa-mahasiswi mereka tidak gagap dalam melaksanakan amaliyah warga nahdliyin serta selalu cinta terhadap almamater pendidikannya.

Kegiatan  turut dihadiri dan dibuka oleh ketua PCNU Kabupaten Indramayu,Bpk KH. Juhadi Muhamad SH, dalam pengantar pembukaan PROPESA STIDKI NU, KH. Juhadi Muhamad menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya karena hadirnya STIDKI NU Indramayu pasti akan menjadi jembatan bagi keberlangsungan jenjang karir dimasa yang akan datang bagi kader NU yang berpotensi.

Juhadi juga sebelumnya mendapatkan amanat dari PBNU  bahwa tidak langkap rasanya jika PCNU Indramayu tidak memiliki lembaga pendidikan perkuliahan, dan salah satu keutamaan STIDKI NU Indramayu saat ini adalah bukan milik yayasan ataupun milik perorangan, STIDKI NU murni milik Nahdlatul Ulama, seperti halnya Kelompok Bimbingan Ibadah Haji Nahdlatul Ulama (KBIH NU) serta Rintisan Rumah Sakit NU yang semuanya  telah disiapkan untuk warga nahdliyin yang berada di Kabupaten Indramayu.

” Kita semua tahu bahwa banyak lembaga yang dikelola oleh masyarakat nahdliyin, namun kebanyakan lembaga tersebut dimiliki oleh perorangan saja, sehingga yang hidup bukan NU-nya dan juga bukan warga nahdliyin-nya, yang hidup makmur adalah pemilik-pemilik lembaga tersebut” tandasnya

Juhadi menegaskan oleh STIDKI NU hadir sebagai jembatan bagi para kaum nahdliyin muda agar kedepan dapat menatap hidup lebih baik serta NU masih bisa mensyafaati siapapapun, pada generasi kapanpun, karena lembaganya tidak dibawa pulang ke rumah, lembaganya masih berada di tengah Nahdlatul Ulama

Acara Propesa  dijadwalkan akan berjalan  selama tiga hari berturut-turut dari tgl 24-26 oktober 2017 dan  harus di ikuti oleh seluruh akademik, serta Propesa akan fokus menyampaikan materi keaswajaan nahdliyin annahdiyah agar para mahasiswa-mahasiswi STIDKI NU Indramayu.(warnoto)

Tinggalkan Balasan

Top